Monday, February 16, 2026

Working Capital Funds


Working Capital atau Modal Kerja adalah selisih antara aset lancar perusahaan (seperti uang tunai dan inventaris) dengan kewajiban lancarnya (utang jangka pendek).

Dalam konteks Working Capital Funds, yaitu dana yang tersedia untuk mendanai operasional sehari-hari agar bisnis tetap berjalan tanpa hambatan. Bayangkan ini sebagai "bahan bakar" yang menjaga mesin perusahaan tetap menyala sebelum hasil penjualan diterima.


Komponen Utama

Modal kerja terdiri dari pergerakan empat elemen utama dalam siklus bisnis:

  1. Kas (Cash): 

Uang tunai di tangan atau di bank untuk membayar biaya mendadak.

  1. Piutang Usaha (Accounts Receivable): 

Uang yang masih dipinjam oleh pelanggan tetapi akan segera dibayar.

  1. Persediaan (Inventory): 

Stok bahan baku atau barang jadi yang siap dijual.

  1. Utang Usaha (Accounts Payable): 

Kewajiban jangka pendek kepada pemasok yang harus segera dilunasi.


Cara Menghitungnya

Untuk mengetahui kesehatan finansial jangka pendek perusahaan, digunakan rumus:

Net Working Capital = Current Assets - Current Liabilities

  • Aset Lancar (Current Assets): 

Aset yang bisa diubah menjadi kas dalam waktu kurang dari satu tahun.

  • Kewajiban Lancar (Current Liabilities): 

Utang yang harus dilunasi dalam waktu satu tahun.


Mengapa Dana Ini Sangat Penting?

Memiliki dana modal kerja yang cukup (positif) sangat krusial karena beberapa alasan:

  • Kelancaran Operasional: Memastikan Anda bisa membayar gaji karyawan dan tagihan listrik tepat waktu.

  • Kepercayaan Pemasok: Perusahaan yang selalu membayar utang tepat waktu akan mendapatkan syarat kredit yang lebih baik.

  • Kesiapan Menghadapi Krisis: Memberikan ruang bernapas jika ada penurunan penjualan yang tidak terduga.

  • Kemampuan Ekspansi: Memungkinkan perusahaan mengambil pesanan besar tanpa takut kehabisan dana di tengah jalan.


Risiko Modal Kerja Negatif

Jika kewajiban lancar lebih besar dari aset lancar, perusahaan mungkin mengalami kesulitan likuiditas. Meskipun perusahaan terlihat menguntungkan di atas kertas, mereka bisa bangkrut jika tidak memiliki "dana tunai" yang cukup untuk membayar operasional harian.


No comments:

Post a Comment