Perbedaan utama antara SAK EP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat) dan SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) terletak pada status keberlakuannya.
Secara sederhana, SAK EP adalah pengganti langsung dari SAK ETAP. SAK ETAP yang sudah digunakan sejak tahun 2009 dinilai sudah terlalu tertinggal (outdated) dibandingkan perkembangan bisnis saat ini. Oleh karena itu, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan SAK EP yang secara efektif menggantikan SAK ETAP secara total mulai 1 Januari 2025.
Meskipun SAK EP ditujukan untuk entitas yang sama (tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan dan menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum), terdapat perubahan dan peningkatan yang sangat signifikan di dalamnya.
Berikut adalah perbedaan mendasar dari kedua standar tersebut:
1. Dasar Pengacuan (Benchmark)
SAK ETAP: Disusun secara mandiri oleh IAI dengan menyederhanakan SAK Standar (berbasis IFRS lama) tahun 2009.
SAK EP: Mengadopsi langsung dari IFRS for SMEs (2015 version), sehingga standar ini jauh lebih diakui secara internasional dan relevan dengan praktik bisnis modern.
2. Struktur dan Kompleksitas Bab
SAK ETAP: Jauh lebih sederhana dengan hanya terdiri dari 30 Bab. Banyak opsi akuntansi yang dihilangkan demi kemudahan.
SAK EP: Lebih komprehensif dan detail, terdiri dari 35 Bab. Standar ini menjembatani celah yang terlalu jauh antara SAK ETAP lama dengan SAK Internasional (SAK Standar).
3. Perbedaan Teknis Akuntansi (Beberapa Poin Krusial)
Untuk melihat bagaimana perubahan ini berdampak pada pencatatan, berikut adalah perbandingan perlakuan akuntansi pada beberapa akun penting:
Kesimpulan:
Jika SAK ETAP dulu fokus pada kemudahan administrasi pencatatan, SAK EP kini bergeser untuk meningkatkan kualitas dan daya banding laporan keuangan entitas privat tanpa membebani mereka dengan kompleksitas SAK reguler (SAK berbasis IFRS penuh). Bagi perusahaan yang sebelumnya menggunakan SAK ETAP, transisi ke SAK EP memerlukan penyesuaian kebijakan akuntansi, terutama terkait penilaian fair value, klasifikasi instrumen keuangan, dan opsi revaluasi aset.