Sunday, January 18, 2026

Operating Expenditure


Operating Expenditure atau biasa disingkat OpEx adalah komponen vital dalam laporan keuangan yang mencerminkan biaya harian untuk menjaga bisnis tetap berjalan. Pengelolaan OpEx yang efisien adalah kunci untuk menjaga margin laba.

OpEx adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan operasional sehari-hari secara rutin. Biaya ini bersifat "habis pakai" dalam satu periode akuntansi (biasanya satu tahun) dan langsung dibebankan pada laporan laba rugi di periode terjadinya.


Berbeda dengan modal investasi (CapEx), OpEx tidak menambah nilai aset tetap dalam jangka panjang, melainkan memastikan aset yang ada tetap berfungsi untuk menghasilkan pendapatan.


Komponen Utama OpEx

Secara umum, OpEx dibagi menjadi beberapa kategori besar dalam akuntansi:

  • Biaya Penjualan (Selling Expenses): Biaya pemasaran, iklan, komisi sales, dan biaya pengiriman.

  • Biaya Umum & Administrasi (G&A Expenses): Gaji staf kantor, biaya sewa gedung, asuransi, dan perlengkapan kantor (ATK).

  • Biaya Utilitas: Tagihan listrik, air, internet, dan telepon.

  • Biaya Pemeliharaan: Perbaikan rutin mesin atau servis kendaraan operasional.

  • Penyusutan (Depreciation): Alokasi biaya aset tetap (mesin/bangunan) yang diakui sebagai beban operasional setiap periodenya.


Rumus dan Cara Menghitung OpEx

Ada dua cara umum untuk menghitung total OpEx dalam suatu periode:

Metode Penjumlahan Langsung:

Total OpEx = Gaji + Sewa + Utilitas + Pemasaran + Biaya Admin Lainnya


Metode Margin (Jika data tersedia):

OpEx = Laba Kotor - Laba Operasional (EBIT)


Indikator Efisiensi (Operating Expense Ratio - OER):

OER = (Total OpEx / Total Pendapatan) x 100%


Catatan: 

Semakin rendah rasio OER, semakin efisien perusahaan dalam mengelola biaya operasionalnya.


Perbedaan OpEx vs CapEx

Penting bagi akuntan untuk membedakan keduanya agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan aset (kapitalisasi).


Fitur

OpEx (Operating Expenditure)

CapEx (Capital Expenditure)

Tujuan

Menjalankan operasional harian

Membeli atau menambah nilai aset tetap

Masa Manfaat

Jangka pendek (< 1 tahun)

Jangka panjang (> 1 tahun)

Pencatatan

Laporan Laba Rugi (Beban)

Neraca (Aset)

Dampak Pajak

Langsung mengurangi pajak periode berjalan

Mengurangi pajak melalui penyusutan

Contoh

Bayar listrik, gaji bulanan

Beli mesin baru, bangun pabrik



Strategi Pengelolaan OpEx yang Efektif

Agar bisnis (atau blog keuangan Anda) tetap kompetitif, OpEx harus dikelola dengan cerdas:

  1. Otomatisasi: Menggunakan perangkat lunak akuntansi untuk mengurangi biaya administrasi manual.

  2. Audit Berkala: Meninjau kontrak vendor secara rutin (misalnya penyedia internet atau asuransi) untuk mendapatkan harga terbaik.

  3. Metode Outsourcing: Mengalihkan fungsi non-inti (seperti kebersihan atau IT) kepada pihak ketiga jika biaya variabelnya lebih rendah dibanding merekrut karyawan tetap.

  4. Efisiensi Energi: Investasi pada peralatan hemat energi untuk menekan biaya utilitas bulanan.


OPEX (Operating Expenditure) memiliki beberapa padanan istilah resmi maupun praktis yang sering digunakan dalam dunia akuntansi dan bisnis:


1. Istilah yang Paling Umum

  • Biaya Operasional: Istilah ini adalah yang paling sering digunakan untuk merujuk pada biaya rutin yang dikeluarkan agar bisnis tetap berjalan (seperti gaji, listrik, dan sewa).

  • Beban Usaha: Dalam laporan laba rugi standar akuntansi di Indonesia, OPEX sering kali dikategorikan sebagai "Beban Usaha" atau "Beban Operasional".


2. Istilah Berdasarkan Konteks

Tergantung pada kebutuhan dokumennya, Anda mungkin juga menemukan istilah berikut:

  • Pengeluaran Operasional: Terjemahan langsung yang bersifat formal.

  • Biaya Rutin: Biasanya digunakan secara internal untuk merujuk pada biaya yang pasti keluar setiap periode/bulan.

  • Deductible Expenses: Dalam konteks perpajakan, OPEX sering disebut sebagai biaya yang dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk menghitung pajak.


No comments:

Post a Comment