Capital Expenditure atau Belanja Modal adalah dana yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh, memperbaiki, atau meningkatkan aset fisik (aset tetap) guna memberikan manfaat ekonomi jangka panjang (lebih dari satu periode akuntansi).
Dalam akuntansi, CapEx tidak langsung diakui sebagai beban di laporan laba rugi, melainkan dikapitalisasi sebagai aset di Neraca (Balance Sheet) dan kemudian disusutkan selama masa manfaatnya.
Karakteristik Utama CapEx:
Masa Manfaat: Lebih dari satu tahun.
Nilai Material: Biasanya melibatkan jumlah uang yang signifikan.
Tujuan: Meningkatkan kapasitas, efisiensi, atau memperpanjang umur ekonomis aset.
CapEx vs OpEx: Perbedaan Penting
Memahami perbedaan ini sangat krusial agar laporan keuangan tidak menyesatkan.
Jenis-Jenis CapEx
Secara umum, belanja modal dibagi menjadi tiga kategori berdasarkan tujuannya:
Maintenance CapEx: Pengeluaran untuk menjaga aset yang sudah ada agar tetap berfungsi (misal: penggantian onderdil besar pada mesin produksi).
Expansion CapEx: Pengeluaran untuk meningkatkan skala bisnis (misal: membuka cabang baru atau membeli lahan tambahan).
Mandated CapEx: Pengeluaran yang diwajibkan oleh hukum atau regulasi (misal: pemasangan sistem pengolahan limbah atau perangkat keselamatan kerja K3).
Cara Menghitung CapEx
Jika Anda melihat laporan keuangan (Neraca dan Laba Rugi), Anda bisa menghitung nilai CapEx tahun berjalan dengan rumus:
CapEx = (PP&E Netto Akhir - PP&E Netto Awal) + Depresiasi Periode Berjalan
Catatan: PP&E (Property, Plant, and Equipment) adalah akun aset tetap berwujud di Neraca.
Mengapa CapEx Penting untuk Bisnis?
Pertumbuhan Jangka Panjang: Perusahaan yang tidak melakukan CapEx cenderung stagnan karena teknologinya tertinggal atau kapasitasnya terbatas.
Efisiensi Biaya: Investasi pada mesin baru yang lebih hemat energi dapat menurunkan biaya operasional (OpEx) di masa depan.
Valuasi Perusahaan: Bagi investor, nilai CapEx mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek masa depan perusahaan.
Dalam dunia akuntansi dan bisnis di Indonesia, Capital Expenditure (CapEx) memiliki beberapa istilah padanan yang sering digunakan secara bergantian, tergantung pada konteksnya:
1. Belanja Modal
Ini adalah istilah yang paling umum dan formal digunakan, terutama dalam konteks laporan keuangan perusahaan maupun anggaran pemerintah (APBN/APBD).
2. Pengeluaran Modal
Istilah ini sering muncul sebagai terjemahan langsung dari Capital Expenditure dalam buku-buku teks akuntansi atau saat membandingkannya dengan "Pengeluaran Operasional" (OpEx).
3. Pengeluaran Investasi
Karena CapEx bertujuan untuk mendapatkan manfaat jangka panjang, banyak manajer keuangan menyebutnya sebagai pengeluaran investasi (bukan investasi saham, melainkan investasi pada aset fisik).
4. Kapitalisasi Aset
Dalam percakapan teknis antar akuntan, sering muncul istilah "Biaya ini akan dikapitalisasi". Ini merujuk pada proses mencatat sebuah pengeluaran sebagai CapEx di Neraca (menjadi aset tetap), bukan sebagai beban di laporan Laba Rugi.
5. Penambahan Aset Tetap
Dalam laporan arus kas (Cash Flow Statement), baris yang menunjukkan CapEx biasanya tertulis sebagai "Perolehan Aset Tetap" atau "Pembelian Properti, Pabrik, dan Peralatan".
No comments:
Post a Comment