Perbedaan utama antara Aset Derivatif dan Aset Non-Derivatif (atau Aset Dasar/ Underlying Assets) terletak pada asal usul nilai dan bentuk fisik aset tersebut.
Aset derivatif adalah kontrak atau perjanjian keuangan yang nilainya diturunkan atau bergantung pada nilai aset lain yang disebut aset dasar (underlying asset). Sementara itu, aset non-derivatif atau aset dasar adalah aset nyata yang memiliki nilai intrinsik dan bisa berdiri sendiri.
Aset Derivatif (Derivatives)
Aset derivatif adalah instrumen keuangan yang nilainya tidak berdiri sendiri, melainkan berasal dari pergerakan harga atau kinerja dari aset lain.
Asal Nilai: Nilainya adalah turunan dari aset acuan (aset dasar), seperti saham, obligasi, mata uang, komoditas, indeks, atau suku bunga.
Bentuk: Berbentuk kontrak perjanjian antara dua pihak atau lebih, bukan kepemilikan aset fisik secara langsung.
Tujuan: Umumnya digunakan untuk lindung nilai (hedging), spekulasi, atau arbitrase
Contoh: options, futures, forwards, dan swap.
Aset Non-Derivatif (Aset Dasar)
Aset Non-Derivatif, sering disebut juga Aset Dasar (Underlying Assets), adalah aset yang memiliki nilai intrinsik dan bisa diperdagangkan atau dimiliki secara langsung.
Asal Nilai: Nilainya intrinsik dan ditentukan oleh penawaran dan permintaan di pasar riil atau pasar spot.
Bentuk: Berupa kepemilikan fisik atau hukum atas aset itu sendiri.
Tujuan: Dapat digunakan untuk investasi langsung, kepemilikan, operasional, atau menjadi acuan nilai bagi aset derivatif.
Contoh: Stock, bonds, komoditas fisik, dan forex
No comments:
Post a Comment