Thursday, July 10, 2025

Aging Piutang

 

Membuat aging piutang adalah proses penting untuk mengelola piutang perusahaan secara efektif. Laporan ini mengelompokkan piutang berdasarkan lamanya waktu sejak tanggal jatuh tempo, memberikan gambaran jelas tentang seberapa "tua" piutang Anda dan berapa banyak yang berisiko tidak tertagih.

Langkah-Langkah Membuat Aging Piutang:

1. Kumpulkan Data Piutang

Langkah pertama adalah mengumpulkan semua informasi terkait piutang yang belum terbayar. Data yang Anda perlukan meliputi:

  • Nama Pelanggan: Siapa yang berutang kepada Anda.
  • Nomor Invoice/Faktur: Identifikasi unik untuk setiap transaksi piutang.
  • Tanggal Invoice/Faktur: Tanggal saat piutang tersebut diterbitkan.
  • Tanggal Jatuh Tempo: Tanggal terakhir pembayaran yang diharapkan.
  • Jumlah Piutang: Nominal uang yang harus dibayar.
  • Tanggal Pembayaran (jika ada parsial): Jika ada pembayaran sebagian, catat tanggal dan jumlahnya.

2. Tentukan Kategori Umur Piutang

Anda perlu menetapkan kategori atau rentang waktu untuk mengelompokkan piutang. Kategori umum yang sering digunakan adalah:

  • Belum Jatuh Tempo (Current): Piutang yang belum mencapai tanggal jatuh tempo.
  • 1-30 Hari Lewat Jatuh Tempo: Piutang yang sudah jatuh tempo, namun belum lebih dari 30 hari.
  • 31-60 Hari Lewat Jatuh Tempo: Piutang yang sudah jatuh tempo antara 31 hingga 60 hari.
  • 61-90 Hari Lewat Jatuh Tempo: Piutang yang sudah jatuh tempo antara 61 hingga 90 hari.
  • Lebih dari 90 Hari Lewat Jatuh Tempo: Piutang yang sudah jatuh tempo lebih dari 90 hari (kadang dibagi lagi menjadi 91-120 hari, 121-180 hari, >180 hari, dll. tergantung kebutuhan perusahaan).

3. Hitung Umur Piutang Setiap Invoice

Untuk setiap invoice, hitung berapa hari piutang tersebut sudah jatuh tempo. Rumusnya adalah:

Jumlah Hari Lewat Jatuh Tempo = Tanggal Laporan (hari ini) - Tanggal Jatuh Tempo

Jika hasilnya negatif, berarti piutang tersebut masih "Belum Jatuh Tempo" (Current).


4. Buat Tabel Aging Piutang

Susun semua data piutang dalam bentuk tabel. Anda bisa menggunakan spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets.


Penting: Tanggal laporan (saat Anda membuat aging) sangat krusial. Misalnya, jika hari ini adalah 8 Juli 2025, maka perhitungan umur piutang akan didasarkan pada tanggal tersebut.

  • Pelanggan A (INV001): Jatuh tempo 01/07/2025. Per 08/07/2025, sudah lewat 7 hari. Masuk kategori "1-30 Hari".
  • Pelanggan B (INV002): Jatuh tempo 10/06/2025. Per 08/07/2025, sudah lewat 28 hari. Masuk kategori "1-30 Hari".
  • Pelanggan C (INV003): Jatuh tempo 15/05/2025. Per 08/07/2025, sudah lewat 54 hari. Masuk kategori "31-60 Hari".
  • Pelanggan D (INV004): Jatuh tempo 20/04/2025. Per 08/07/2025, sudah lewat 79 hari. Masuk kategori "61-90 Hari".
  • Pelanggan E (INV005): Jatuh tempo 01/03/2025. Per 08/07/2025, sudah lewat 129 hari. Masuk kategori ">90 Hari".

No comments:

Post a Comment